Sabtu, 27 April 2013

Dongeng Anak Islami

 PAK SERKAH
 
Pada suatu masa, hiduplah Pak Serkah dan keluarganya. Pak Serkah hanya bekerja sebagai pedagang keliling. Hidupnya serba kecukupan. Dia mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Nana. Barang-barang yang dijualnya ada ember, gayung, tempat minum, tempat makan, dan lain-lain. Semua barang dagangannya itu dimasukkan-nya kedalam sebuah gerobak tua pemberian Kakeknya yang sudah meninggal. Itulah hadiah terakhir Pak Serkah dari Kakeknya.
Pada suatu hari, seperti biasa, Pak Serkah berkeliling menjual dagangannya. Namun, apa yang terjadi? Dagangan Pak Serkah tidak laku sama sekali. Pak Serkah duduk di taman kota sambil termenung. “Oh… sungguh malang nasibku ini…”, gumam Pak Serkah dalam hati.
Tiba-tiba seorang Kakek tua yang berwajah mirip sekali dengan Kakek Pak Serkah datang. Dia berpakaian kumal, penuh tambalan, dan membawa sebuah topi berisi beberapa keping uang receh. Ternyata dia adalah seorang pengemis.
“Maaf, Pak, jujur, saya ingin membantu. Tapi dagangan saya hari ini tidak laku sama sekali. Jadi, saya tidak memiliki uang…”, kata Pak Serkah. “Oh… terima kasih,”, kata Pengemis itu, lalu berbalik arah. “Tunggu dulu, Kek! Tapi Kakek boleh mengambil salah satu dari barang saya ini. Saya ikhlas, kok!”, ujar Pak Serkah.
Kakek Pengemis itu lalu berbalik arah lagi, lalu mengambil salah satu barang dari gerobak Pak Serkah. “Terima kasih, Nak! Semoga Allah memberimu balasan yang lebih besar. Tapi ingat, setelah kau menjadi kaya, sisihkanlah sebagian uangmu dan gunakanlah untuk beramal,”, kata Pengemis itu.
Pengemis itu pun pergi. Tak berapa lama setelah Pengemis itu pergi, sebuah bus berhenti di situ. Semua penumpang turun dan mengerubungi Pak Serkah. Ada yang membeli ember, gayung, topi, dan lain-lain. Semuanya laku terjual. Bahkan tempat minum bocor pun laku.
Pak Serkah melongo. “Bagaimana ini bisa terjadi?”, gumam Pak Serkah bingung. Sudahlah… ini kan rejeki, rejeki patut disyukuri… Pak Serkah menenangkan diri.
Saat Pak Serkah menengok ke gerobaknya, Pak Serkah melihat tempat makannya dan topi yang robek pun laku terbeli. Pak Serkah mulai sadar, kalau segala barang yang dimasukkannya ke dalam gerobak itu pasti akan laku terjual.
Pak Serkah lalu pulang ke rumahnya dengan wajah yang berseri-seri. “Kenapa Bapak terlihat begitu bahagia, Pak?”, tegur Nana. “Mungkin semua dagangannya laku terjual,”, kata Bu Tiauw, istri Pak Serkah. “Benarkah, Bapak?”, Tanya Nana. Pak Serkah mengangguk.
Keesokan harinya, Pak Serkah mulai memasukkan barang dagangannya ke dalam gerobak kesayangannya itu. Dan…. seperti kemarin, semua barang yang ditaruh di situ laku semua!
“Alhamdulillah…”, gumam Pak Serkah bangga.
Semakin lama, Pak Serkah menjadi kaya. Rumah nya yang terbuat dari gedek’ (anyaman), sekarang sudah dibangun menjadi dinding dari beton, dia sekarang sudah memiliki sawah yang berhektar-hektar luasnya, kebunnya sangatlah luas, dan dia juga sudah memiliki kios tersendiri. Semua barang dagangannya ditaruh di gerobak ajaibnya, supaya cepat laku. Semakin lama, Pak Serkah memang menjadi kaya. Namun, semakin lama, Pak Serkah membagi uangnya menjadi tiga bagian. Satu itu keperluan keluarga, satu untuk membeli barang dagangan, dan satu untuk beramal. Pak Serkah semakin lama berpikir kalau semuanya itu adalah kenikmatan yang patut disyukuri. Tapi, Pak Serkah malah tidak begitu mensyukurinya. Uang yang disisihkannya untuk beramal kini semakin menipis, bahkan sekarang tidak ada lagi beramal. Dia hanya membagi uangnya menjadi dua. Satu untuk keluarga, dan satunya lagi untuk membeli barang.
Pak Serkah merasa ingin membeli traktor untuk sawahnya, lalu ingin membangun kolam ikan di kebun yang harganya mahal, membuat peternakan, dan bahkan, Pak Serkah ingin membeli sawah lagi!
“Pak… kenapa Bapak sekarang tidak pernah beramal lagi?”, tegur Nana suatu saat, saat mereka makan malam bersama. “Eeee…. Mmm…. sebenarnya Bapak juga ingin memberi mereka sedekah, Nak. Bapak jujur….”, kata Pak Serkah. “Kalau begitu, kenapa sekarang Bapak tidak menyisihkan uang untuk beramal lagi?”, Tanya Bu Tiauw.
“Begini, Bu, semakin lama kebutuhan kita semakin banyak saja. Kalau saja kebutuhan kita tidak sebanyak ini, Bapak pasti akan bersedekah.”, Pak Serkah memberi alasan. “Ah, itu cuma alasanmu saja, Pak. Pokoknya, aku ingin kita bersedekah.”, kata Bu Tiauw. “Jangan memaksa, Bu…”, kata Pak Serkah. “Bapak, kalau Bapak tidak mau beramal, nanti, di akhirat nanti, Bapak pasti akan dihukum oleh Allah SWT.”, kata Nana.
“Kalian berdua sama saja. Pokoknya aku nggak mau. Aku merasa sekarang kebutuhan kita semakin bertambah, jadi, uang yang kita butuhkan semakin banyak juga,”, kata Pak Serkah. “Bapak ngomongnya kok diulang-ulang terus, sih? Kayak kaset rusak aja, deh!”, ledek Nana. “Gggrrrhhh….. kamu ini anak kecil kok!!!”, marah Pak Serkah.
Pak Serkah tidak peduli dengan apa yang dikatakan Bu Tiauw dan Nana, akhirnya, Pak Serkah tidak mau beramal. Tidak mau beramal meski hanya sedikit.
Namun, disamping itu, Bu Tiauw dan Nana selalu beramal dan berinfaq. Diam-diam, kadang, Bu Tiauw mengambil sebagian uang Pak Serkah untuk diinfaqkan. Bu Tiauw dan Nana memang berhati mulia.
Pada suatu hari, saat Pak Serkah melihat dompetnya, Pak Serkah kebingungan, uang sebesar Rp. 200.000,00 nya hilang. Pak Serkah tidak tahu kalau Bu Tiauw mengambilnya.
“Bu, tadi ada pencuri yang mengubek-ubek dompetku, nggak?”, Tanya Pak Serkah pada Bu Tiauw. “Nggak ada, kok! Tapi cuma aku dan Nana yang masuk. Dan kami berdua pastinya bukan pencuri, kan?”, jawab Bu Tiauw, pura-pura tidak tahu.
“Ya Allah…. apakah ini hukumanmu bagi hambamu yang kurang bertaqwa ini?”, gumam Pak Serkah dalam hati. Mulai dari hari itu juga, Pak Serkah rajin beramal dan berinfaq lagi. Uangnya dibagi menjadi tiga bagian lagi.
“Bu, apakah Bapak sudah insyaf?”, Tanya Nana suatu saat. “Bukannya insaf Nana… Tapi Bapak-mu itu sudah menyadari kesalahannya. Jadi, dia berusaha menghapus kesalahannya itu,”, jelas Bu Tiauw. “Oh…”, kata Nana mengerti.
Tiba-tiba Pak Serkah datang. “Bu… semua amalan sudah saya berikan. Saya sudah meminta maaf kepada Allah yang maha esa. Sekarang, tidak ada lagi pencuri yang mengambil uangku. Mungkin Allah sudah mau mengampuniku,”, kata Pak Serkah. “Pak… sebenarnya ini rahsia. Tapi yang namanya keluarga tidak boleh ada rahasia-rahasiaan.”, kata Bu Tiauw. “Ok!” “Tidak ada pencuri yang datang. Semuanya aman. Akulah yang mengambilnya untuk beramal. Tapi maaf kalau aku tidak bilang,”, jelas Bu Tiauw. Hahaha… Mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak.
“Aku tidak akan sombong lagi, dan kau juga tidak boleh mengambil uang orang tanpa ijin ya, Bu…”, kata Pak Serkah. “Aku senang Bapak menjadi orang yang baik lagi, Pak…”, kata Bu Tiauw.
Perlu diketahui, orang yang pelit akan mempersempit rejekinya. Dan suka beramal bukan membuat orang yang beramal menjadi miskin. Akan tetapi, di akhirat nanti, Allah pasti akan membalas kebaikan dengan kebaikan. Dan begitu pula sebaliknya.
Dikirim oleh: Donita Keizha Az-Zahra

ARTIKEL MENARIK LAINNYA
TK MUJAHIDIN 2 SBY:

Minggu, 21 April 2013

MBA PUNYA CERITA


 Kisah ini adalah suatu kejadian yang nyata. Ya.. kisah yang menggambarkan bagaimana indahnya suatu kebersamaan . Semua orang pasti percaya kalau kebersamaan itu seperti suatu benteng yang kuat dan terlihat indah. Itulah yang dirasakan oleh orang-orang yang mempunyai kebersamaan yang kuat.
Berbicara tentang kebersamaan mungkin banyak orang yang mengetahui artinya... tapi kita yakin sedikit sekali yang dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan ini...
Hmmm.... kalau masalah pengaplikasian... kita sudah sama-sama tahu.. memang sulit....
Namun di sini berbeda... apa yang dikatakan orang kebersamaan itu terbukti adanya...
Boleh percaya atau tidak.... tapi inilah adanya....

Yaa... inilah salah satu kebersamaan yang dimiliki oleh MBA..

MBA OK..

Mereka berasal dari tempat yang berbeda-beda.. ya.. ada yang dari kambang, tarusan, bayang, batusangkar, padang, solo, solok, dan ada juga yang dari muaro.. haha.. memang tempat yang terpisah-pisah.
Namun, dengan tempat yang terpisah itu bertemulah mereka di suatu rumah. Ya... rumah yang agung.. rumah yang mulia.. yaitu Baitul ‘Arafah.
Dari namanya saja sudah dapat kita artikan “rumah pertemuan”. Ternyata memang benar, rumah tersebut menjadi tempat bertemunya insan-insan ini.
Tua.. Muda.. Miskin.. Kaya.. tak jadi penghambat untuk munculnya kebersamaan ini. Hmm... memang sesuatu yang luar biasa.. jarang kita dapatkan kejadian ini pada zaman sekarang. Hal ini menjadi suatu cahaya benderang bagi MBA.
Beberapa kegiatan pun dilakukan. mulai dari mengurus remaja.. TPA.. Pesantren Ramadhan dan acara-acara lainnya yang tentunya bersifat keagamaan.
Yaa... kegiatan yang dijalani memang banyak dan tentunya ini tidak berjalan mulus saja.. rintangan demi rintangan pasti ada.. namun berhasil dilewati. Yaa.. apalagi yang dapat membuat itu berhasil kecuali dari kebersamaan yang mereka miliki.. dan imannya kepada Allah SWT.
Di balik kegiatan keagamaan.. mereka juga memiliki kegiatan yang bersifat refreshing.. HHmmm... memang indah...


Yaa... inilah salah satu bentuk kegiatan refreshing mereka.... haha... lucu.. dan mengasyikkan.

Anak-Anak MBA Ke Pariaman Naik Kereta Api

MBA Liburan Ke Pantai Pariaman.... hmm... enaknya....

hahaaaa......... cantik2 juga ya....
Remaja Baitul ’Arafah Ke Pariaman
 

haha.... lagi nyantai d pantai carocok...

hmmm........ ihat lah senyuman indah yang terpancar..... haha...

haha... inilah ayah dan anak... yang sempat balangga d bukik Taratak .. haha...

Hhaha... Mas Tono OK.. bangeeet..

HAHA.... MBA OK...

hahaa........ Gebby terkapar siap jatuah d bukik taratak....

haha...... www.C4ROCOK.COM

beberapa PRIA gagah di MBA.... hahaha....
Senyum-senyum indah keluar dari wajah mereka.. di sini terlihat suatu nikmat Tuhan yang di berikan kepada umatnya manusia.. Subhanallah...
Hmmm... memang sesuatu hal yang jarang terjadi... yaa... itulah hebatnya ’Arafah.. ia dapat menghasilkan anak-anak yang terdidik.. dan mempunyai jiwa kebersamaan.
Semua itu memang tak terlepas dari pemimpin kami.. yang memiliki jiwa kepemimpinan yang hebat.


hmm... Jendral MBA... haha.. OK.. kann!!
Inilah dia Pemimpin TPA n Remaja MBA.... namanya Deflaming,S.SosI. biasa disebut Bg Def atau Bg Aming... haha..

Jika dilihat dari raut mukanya ia adalah pemimpin yang ramah dan murah tersenyum.. dan memang benar... semua anggota dekat kepadanya.. dan menghormati dia karena wibawa yang dimilikinya. Hmmm... memang Hebat..
Ia juga memiliki seorang istri yang setia menemaninya.... Rini anggraini,ST.. yaa. Itulah sesosok wanita yang setia menemaninya kapanpun dan dimanapunHaha... maaf kalau berlebihan.. namun itulah dia..

Inilah pasangan yang mempunyai kesetiaan yang tinggi (Deflaming & Rini Anggraini). Haha....

 Selain itu.. MBA juga mempunyai pilar-pilar lainnya.. yang pertama adalah Pak Jon... hmm.. beliau adalah seseorang yang kuat pendiriannya terhadap Islam... ia juga menjadi seorang guru yang baik dalam kebersamaan kami.. yang kedua adalah Mas Tono... haha... ia adalah seorang yang memiliki sifat kedermawanan... contohnya saja (uang julo-julonyo untuak TPA) haha... ok banget..
Kemudian MBA juga  memiliki ”3 PEMUDA SERANGKAI”... haha.. dia adalah Gebby, Iyenk, Ipad. Bicara soal Gebby ia adalah murni anak didik MBA dari kecil... hingga akhirnya ia sempat menjadi Ketua Remaja MBA.. dan kini mungkin sudah bisa pula menjadi guru bagi santri-santrinya... kalau Iyenk, ia adalah seseorang yang juga memiliki kepribadian yang kuat... ia juga di juluki anaknya Pak Jon... karena kemiripan sifatnya dengan beliau... haha... mantab..
Jika bicara tentang Ipad... waaw.. sungguh luar biasa.. semua potensi mungkin ada pada dirinya.. memiliki kepercayaan diri yang kuat, kata-kata yang di keluarkannya pun penuh dengan pantun-pantun indah.. yang mungkin juga kadang-kadang tidak nyambung.... haha.... Mereka ber-3 pernah menjadi pengurus Remaja MBA dalam satu periode... dan pada saat itu remaja MBA mengalami masa-masa kejayaannya... hmm.... Hebat.
Selain itu MBA juga memiliki sesosok manusia yang keras suaranya, besar badannya.. namun tegap pendiriannya.. hahaha.. itulah dia Bg Juned.. bicara tentang bg Jun. Waduh... banyak yang bisa di ceritakan.. sifatnya yang suka mebuat lucu dan kadang-kadang juga membuat kesal... membuat MBA semakin berwarna... namun kekesalan itu hilang akibat kocaknya .... haha..
Juga tidak ketinggalan tentang UAN LIMIN... haha... Uan memang pengurus yang hebat.. ia juga langsung bertindak sebagai pekerja dalam pembangunan MBA.., ikuik pai bali jawi Korban.. dll.. haha... ( Mintuo Bg Jun ma.... haha...).
Setelah itu ada lagi yaitu Buk Amna.. Beliau adalah ”MINTUO BASAMO”... hahaha... (kalau alah malam pulang rapek.. harus dicaliak an pulangnyo... haha)..
Hmm... Banyak pilar-pilar  lain MBA yang mungkin tak bisa diceritakan di sini... beliau adalah Pak Dodi, Buk Neni, Mas Adi, Vani, Buk Sol... dan semua yang tergabung di MBA..

Memang kebersamaan yang indah... yang mungkin jarang kita temukan pada zaman sekarang ini.
Banyak cerita yang terjadi di ’Arafah... yang mungkin tak akan dapat tertulis satu-persatunya.... semua berada dalam suatu ingatan yang indah...
Akan tetapi... mereka tetap meyakini bahwa tidak selamanya mereka akan dapat seperti ini. Namun, kebersamaan itu tak akan pernah hilang ia akan ada untuk selamanya..  walaupun pada akhirnya nanti mereka akan terpisah-pisah kembali.. yaa... mereka akan kembali melanjutkan kehidupan ini..
Kehidupan yang mungkin hanya sementara...

Tapi yakinlah... pada suatu hari nanti... mereka akan berkumpul kembali.. dan membuat hal-hal yang luarbiasa lagi.... yang tentunya akan terlihat dengan indahnya kebersamaan yang mereka miliki.

Itulah hebatnya Baitul ’Arafah.... Orang-orang yang tadinya kecil.. dan terpisah-pisah..sekarang menjadi sekumpulan orang yang hebat dan mempunyai jiwa kebersamaan yang hebat....

Ini Juga Beberapa Kegiatan yg ada di MBA..... HAHA... mantab...


wow..... berbahaya.. haha... mantab..

hmmm.... indahnya d Masjid Dzikrullah..

OK... JUGA....

haha... Ipad makan surang-surang se...

hmm... enaknya buka bersama...

nah... inilah dia santri-santri MBA..

INI JUGA.... buka bersama remaja MBA... asik lho...

BAITUL ’ARAFAH..... TAK KAN PERNAH TERGANTI
By : MBA